Connect with us

Pasal

20 Contoh Soal PPh Pasal 21 Dan Jawabannya

20 Contoh Soal Pph Pasal 21 Dan Jawabannya – 1. Dibawah ini adalah unsur-unsur dalam Pasal 21 PPh yaitu a. wajib pajak b. pemotongan pajak c. barang kena pajak d. tarif pajak e. Sumur 2. Penyewa gedung perkantoran, PT Cunha, mengamankan gedung bertingkat untuk perusahaan asuransi luar negeri dan membayar Rs 1 miliar. Estimasi pendapatan = 50% x Rp 1 miliar = Rp 500.000.000. – Berapa jumlah uang yang harus dibayar menurut Pasal 26a PPh? PPh Pasal 26 = 20% x Rp500.000.000 – = Rp100.000.000 – (10% x Rp1 miliar) b. PPh Pasal 26 = 10% x Rp500.000.000 – Rp50.000.000 – (10% x Rp500 juta) c. PPh pasal 26 = 15% x Rp 1 miliar = 150.000.000 d. PPh Pasal 26 = 25% x Rp1 miliar = Rp250.000.000 e. Semuanya palsu 3. Semua yang tidak termasuk dalam Pasal 22 tujuan PPH kecuali a. Atas impor barang dan/atau penyerahan barang sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pajak tidak dikenakan PPh. Hal itu dicanangkan dengan Surat Pembebasan (SKB) sesuai Pasal 22 PPh. B. Impor barang yang dibebaskan dari bea masuk. C. Impor sementara pada ekspor kembali. D. Pembayaran dengan Rp. e. Impor barang tanpa bea. 4. PT Pertamina sebagai produsen minyak, gas dan minyak memasok BBM senilai Rp300.000.000 (belum termasuk PPN) kepada non-SPBU. Berapa pajak penghasilan yang dibebankan berdasarkan pasal 22?

5. Lanjutkan. Karya Sejati akan membayar jasa akuntansi KAP Candra & Rekan sebesar 10.000.000 Ariary (belum termasuk PPN). 1 April 2010 dan PPh 23 CV. Karya Sejati segera menghapusnya. Berapa jumlah PPh 23 yang harus dibayar? A.Rp. 60.000 lantai Rp.80.000 c. Rp 100.000. Rp 120.000. 140.000Rp

20 Contoh Soal Pph Pasal 21 Dan Jawabannya

20 Contoh Soal Pph Pasal 21 Dan Jawabannya

Besarnya PPh 23 adalah = 2% x 30% x 10.000.000 = Rp. 60.000. Formula PPh 23 adalah: 2% x DPP Ket: 2% adalah tarif flat (jika WP tidak memiliki NPWP adalah 4%) DPP adalah dasar pemungutan pajak, yang dikenakan pajak sebesar 30%.

Soal Pilihan Ganda

6. Tarif pemotongan pajak sebesar 15% dari jumlah bruto pajak menurut Pasal 23 formulir, kecuali a. Devon Born Interest, termasuk premi, rabat dan premi yang terkait dengan jaminan pelunasan utang c. biaya lisensi d. Hibah dan penghargaan yang tidak sesuai dengan Pasal 21 e. adalah pengurangan pajak. Sewa dan pendapatan lain yang terkait dengan penggunaan real estat, kecuali sewa dan pendapatan lain yang terkait dengan penggunaan real estat, yang berlaku untuk Ayat 2 Pasal 4 PPh 21.

7. Berdasarkan PPH 24, Kredit Pajak Yang Terutang atau Yang Harus Dibayar Di Luar Negeri, wajib pajak harus mengajukan tagihan kepada Direktur Jenderal Pajak dengan hal-hal sebagai berikut: a. Laporan tahunan pendapatan dari luar negeri b. Fotokopi Surat Ketetapan Pajak yang dikirim ke luar negeri c. Penerimaan pajak luar negeri d. a dan b benar e. semuanya benar 8. Pajak Penghasilan § 24 Penghasilan luar negeri yang dapat dikreditkan termasuk a. Pendapatan dari simpanan dan surat berharga lainnya serta keuntungan dari pengalihan simpanan dan surat berharga lainnya b. Penghasilan berupa bunga, royalti dan sewa sehubungan dengan penggunaan barang c. Penghasilan berupa sewa yang berkaitan dengan penggunaan harta d. Penghasilan berupa tunjangan yang berhubungan dengan pekerjaan, kerja dan kerja mis. 9. Hal-hal penting yang berkaitan dengan pembayaran dan pelaporan pajak penghasilan menurut Pasal 25 bagi pembayar pajak tertentu, kecuali a. Lokasi KPP adalah KPP yang domainnya meliputi tempat kerja/cabang. B. Tempat tinggal KPP adalah KPP, dimana tempat tinggal masing-masing tempat kerja merupakan wilayah kerjanya c. KPP bertempat tinggal tetap adalah KPP yang bidang kegiatannya tidak meliputi tempat kedudukan WP perseorangan. D. Dalam hal wajib pajak orang pribadi menerima atau menghasilkan penghasilan lain yang dikenai pajak penghasilan dan tidak bersifat final, mis. Jika ada beberapa Wajib Pajak pada tahun 2016 melalui jasa PT. tidak termasuk penghasilan lain yang dikenakan pajak final. Jaya Abadi mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 5.50.000!00 dan membayar uang pensiun sebesar Rp 200.000!00. Retto menikah tetapi tidak memiliki anak. Di bulan Januari, Retto hanya membayar gajinya di PT Jaya Abadi. Perhitungan PPh Pasal 21 bulan Januari adalah sebagai berikut:

Tanti Agustin adalah pekerja menikah tanpa kelamin! Bekerja di pt $harma% dengan gaji bulanan 500000 RP! 00. *local government+ , tempat Tanti Agustin berada dan ditampilkan kepada pengguna! Diketahui istrinya tidak memiliki penghasilan. Pada Juli 2016, selain gaji, saya mendapat tunjangan *

Apsari Karyati, menikah dengan tiga anak, adalah seorang karyawan tetap yang menerima gaji tambahan dan premi asuransi Ji#a-kha. Bekerja di PT. -Istri Kha Apsari adalah pejabat di Kementerian Kesehatan Kabupaten Tangerang, disetujui oleh menteri (uang! 60.000.000 per bulan. – kha apsari juga membayar tunjangan -susu 50.000!100 per bulan jika – kha  apsari 2000 dalam pembayaran gaji bulanan premi asuransi Pekerjaan sebesar 1.000 atau 0.000 gaji Pada Juli 2016, Apsari mendapat tunjangan tambahan selain pembayaran gaji -kha *

Pph Pasal 21/26

Rekan lama dokter ahli dr. Aulia Rais *Kawin  dengan anak+ adalah seorang nenek yang bekerja tetap di rumah sakit swasta/Hehat Tentrem dengan gaji tetap 20.000.000!00. Dr Aulia Rais praktek dari &.00 sampai jam 12.00 5 hari seminggu. % untuk Agustus 2016 Dr. Aulia Rais mendapat santunan dari RS Tentrem/Rumah Sakit/Kesehatan berupa Gaji 20.000.000! Dokter Aulia Rais membayar 200.000,00 per bulan. Penghitungan PPh Pasal 21 atas dr. Aulia Rais dari Rumah/Rumah Sakit Tentrem Agustus 2016 “MASALAH PPh Pasal 22 Pertanyaan 1. Koperasi Medang Kamulan menerima Rp 350.000.000,00 dari Badan Hubungan Pemerintah Provinsi untuk penyediaan mebel kayu jati. Apa itu pajanan PPh 22 dan bagaimana pencatatannya? (metode periodik) Jawaban: Biaya PPh 22 = 1,5% x 350.000.000 = Rp. 5.250.000,00 000 Kas 344.750.000 Omzet 350.000.000 terutang PPh 22 5.250 , PT. Jaya Abadi mengimpor material semen dengan data CIF Rp 40.000.000, pajak impor CIF 20%, jadi 8.000.000. Jawab: CIF 40.000.000 Pajak impor 20% (20% x 40 juta) 8,0 00000+

Pajak dibayar 75.000.000,00 pph PPh 25 per bulan 833.333,33

LIMIT – nuristianah.lecture.ub.ac.idnuristianah.lecture.ub.ac.id/files/2016/03/Limit-2018.pdf Batasan fungsi. misalnya masalah. Prinsip dasar. misalnya masalah. misalnya masalah. dokter umum

20 Contoh Soal Pph Pasal 21 Dan Jawabannya

Dieng.blob.core.windows.net sampel uji FDB. Uji kasus: VCD. Contoh pengujian: INA. Contoh pengujian: MED – FTO. Contoh tes: Tes Kemampuan Akademik (TPA) sebagai pengganti makalah

Cara Perhitungan Pph 21 Lengkap Dengan Contoh Kasusnya

Anda diundang dan dipersilakan untuk mengikuti pelatihan tarif pajak penghasilan badan. Pertanyaan 1 Wajib Pajak menerima atau… Jawaban pertanyaan 4 a. Perhitungan pajak penghasilan. dokumen

HIDROSTAT HIDRODYNAMICS · CONTOH SOAL 1 CONTOH SOAL 2 CONTOH SOAL 3 CONTOH SOAL 4 CONTOH SOAL 1 CONTOH SOAL 2 CONTOH SOAL 3 CONTOH SOAL 4 CONTOH SOAL 5 CONTOH SOAL Apa yang perlu Anda ketahui tentang pajak 6 Dokumen pajak? Pasal 21? Di bawah ini adalah penjelasan dan contoh panduan cara menghitung pajak pasal 21 final dan penuh untuk karyawan di tahun 2023.

Tahukah Anda bahwa aplikasi Mekari dapat mempermudah dan mempercepat perhitungan pajak karyawan selain penggajian?

Singkat kata, PPh 21 atau PPh 21 bagi karyawan diatur dengan peraturan perpajakan (Perdirjen) nomor PER-32/PJ/2015.

Contoh Perhitungan Pbb Batubara

Sedangkan pengertian keringanan PPh 21 adalah pajak penghasilan berupa upah, gaji, ongkos, tunjangan dan pembayaran lain dalam bentuk apapun dan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan pekerjaan atau tempat, jasa dan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap pekerja yang tunduk pada pekerjaan rumah tangga. kena pajak atau disebut sebagai orang kena pajak.

Item pajak adalah keterampilan ekonomi tambahan yang dapat diperoleh oleh wajib pajak dari Indonesia atau luar Indonesia.

Pertama, mari kita bicara tentang pembayar pajak. Wajib Pajak orang pribadi atau WPOP adalah orang pribadi yang menerima penghasilan atau dikenai pajak.

20 Contoh Soal Pph Pasal 21 Dan Jawabannya

Kedua WPOP mendapatkan penghasilan melalui pekerjaan lepas. Lalu, ketiga, ada WPOP yang menghasilkan pendapatan dari pekerjaan.

Contoh Soal Pph Pasal 21 Terbaru Tahun 2019

Menurut Keputusan Dirjen Pajak PER-32/PJ/2015, Pasal 3, pajak wajib diisi oleh pegawai, pensiunan, pengangguran, direksi dan mantan pegawai.

Orang yang dikenakan pajak penghasilan badan adalah sekelompok orang dan/atau modal yang merupakan satu kesatuan, baik yang menjalankan usaha maupun tidak.

Penghasilan kotor adalah sesuatu yang akan Anda hitung terlebih dahulu sebelum menghitung PPh 21 secara umum. Penghasilan karyawan adalah penjumlahan dari seluruh komponen gaji karyawan.

Komponen pendapatan

Soal Jawab Perpajakan

Apakah Anda sedang mencari contoh soal PPh Pasal 21 beserta jawabannya? Jangan khawatir, artikel ini adalah solusi untuk Anda! Kami telah mengumpulkan 20 contoh soal PPh Pasal 21 yang umum muncul dalam ujian atau tes, dan tentu saja, kami juga menyertakan jawabannya. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini! Bacalah artikel ini hingga akhir dan tingkatkan pemahaman Anda tentang PPh Pasal 21.

1. Mengapa PPh Pasal 21 Penting dalam Perpajakan?

PPh Pasal 21 adalah salah satu jenis pajak yang penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. Pajak ini berkaitan dengan penghasilan yang diterima oleh pribadi yang bukan sebagai pengusaha. Pemahaman yang baik tentang PPh Pasal 21 sangat penting bagi wajib pajak dan perusahaan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.

2. Mengapa Menggunakan Contoh Soal PPh Pasal 21?

Contoh soal PPh Pasal 21 dapat membantu Anda menguji pemahaman dan keterampilan Anda dalam menghitung pajak penghasilan. Dengan berlatih menjawab contoh soal, Anda dapat lebih siap menghadapi ujian atau situasi nyata terkait perpajakan. Selain itu, contoh soal juga membantu Anda memahami aplikasi praktis dari konsep dan peraturan PPh Pasal 21.

Pengenalan PPh Pasal 21 dalam Perpajakan

PPh Pasal 21 adalah salah satu jenis pajak yang penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. Pajak ini dikenakan pada penghasilan yang diterima oleh pribadi yang bukan sebagai pengusaha. Dalam perpajakan, pemahaman yang baik tentang PPh Pasal 21 sangat penting bagi wajib pajak dan perusahaan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.

PPh Pasal 21 berkaitan dengan penghasilan yang diterima secara periodik, seperti gaji, upah, honorarium, tunjangan, atau pembayaran lainnya. Tarif pajak yang diterapkan pada penghasilan ini berbeda-beda tergantung pada besarnya penghasilan yang diterima.

Dalam penghitungannya, PPh Pasal 21 biasanya dipotong langsung dari penghasilan bruto yang diterima oleh pribadi. Pajak ini harus dilaporkan dan disetor ke Direktorat Jenderal Pajak secara berkala, seperti bulanan atau tahunan, tergantung pada jumlah penghasilan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Mengapa Menggunakan Contoh Soal PPh Pasal 21?

Contoh soal PPh Pasal 21 adalah alat yang berguna dalam mempelajari dan menguji pemahaman tentang perhitungan pajak penghasilan. Dengan menggunakan contoh soal, Anda dapat berlatih menghitung dan menerapkan konsep PPh Pasal 21 dalam situasi nyata. Berikut adalah beberapa alasan mengapa menggunakan contoh soal PPh Pasal 21 dapat bermanfaat bagi Anda:

Pertama, contoh soal membantu Anda memahami aplikasi praktis dari konsep dan peraturan PPh Pasal 21. Dalam belajar perpajakan, penting untuk melihat bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam kasus-kasus nyata. Contoh soal memberikan simulasi yang mendekati situasi nyata, sehingga Anda dapat melihat bagaimana penghitungan pajak dilakukan dalam praktek.

Kedua, dengan berlatih menjawab contoh soal, Anda dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan Anda dalam menghitung pajak penghasilan. Anda dapat mengasah kemampuan mengenali penghasilan bruto, mengurangi pengurangan yang diperbolehkan, dan menghitung pajak yang harus dibayarkan. Dengan berlatih, Anda akan menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam menghadapi situasi perpajakan sehari-hari.

20 Contoh Soal PPh Pasal 21 dan Jawabannya

Berikut adalah 20 contoh soal PPh Pasal 21 dan jawabannya yang dapat Anda gunakan sebagai latihan dan pengujian pemahaman:

1. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 5.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 5%.

2. Soal: Bagaimana cara menghitung PPh Pasal 21 untuk penghasilan tahunan sebesar Rp 50.000.000?

Jawaban: Penghasilan tahunan dikurangi dengan pengurangannya terlebih dahulu, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

3. Soal: Apakah semua jenis penghasilan termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21?

Jawaban: Tidak, ada beberapa jenis penghasilan yang dikecualikan dari pengenaan PPh Pasal 21, seperti tunjangan keluarga dan tunjangan hari raya.

4. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 15.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 10%.

5. Soal: Bagaimana menghitung penghasilan neto untuk PPh Pasal 21 jika terdapat pengurangan tunjangan kesehatan sebesar Rp 500.000?

Jawaban: Penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan yang diperbolehkan seperti tunjangan kesehatan, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

6. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 8.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 5%.

7. Soal: Bagaimana menghitung PPh Pasal 21 untuk penghasilan tahunan sebesar Rp 120.000.000?

Jawaban: Penghasilan tahunan dikurangi dengan pengurangannya terlebih dahulu, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

8. Soal: Apakah tunjangan hari raya termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21?

Jawaban: Tidak, tunjangan hari raya dikecualikan dari pengenaan PPh Pasal 21.

9. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 25.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 15%.

10. Soal: Bagaimana menghitung penghasilan neto untuk PPh Pasal 21 jika terdapat pengurangan tunjangan pendidikan sebesar Rp 1.000.000?

Jawaban: Penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan yang diperbolehkan seperti tunjangan pendidikan, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

11. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 12.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 10%.

12. Soal: Bagaimana menghitung PPh Pasal 21 untuk penghasilan tahunan sebesar Rp 80.000.000?

Jawaban: Penghasilan tahunan dikurangi dengan pengurangannya terlebih dahulu, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

13. Soal: Apakah bonus tahunan termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21?

Jawaban: Ya, bonus tahunan termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21.

14. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 30.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 15%.

15. Soal: Bagaimana menghitung penghasilan neto untuk PPh Pasal 21 jika terdapat pengurangan tunjangan makan sebesar Rp 500.000?

Jawaban: Penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan yang diperbolehkan seperti tunjangan makan, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

16. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 7.500.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 5%.

17. Soal: Bagaimana menghitung PPh Pasal 21 untuk penghasilan tahunan sebesar Rp 150.000.000?

Jawaban: Penghasilan tahunan dikurangi dengan pengurangannya terlebih dahulu, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

18. Soal: Apakah uang lembur termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21?

Jawaban: Ya, uang lembur termasuk dalam pengenaan PPh Pasal 21.

19. Soal: Berapa tarif PPh Pasal 21 untuk penghasilan bruto bulanan sebesar Rp 20.000.000?

Jawaban: Tarif PPh Pasal 21 adalah 10%.

20. Soal: Bagaimana menghitung penghasilan neto untuk PPh Pasal 21 jika terdapat pengurangan tunjangan transportasi sebesar Rp 800.000?

Jawaban: Penghasilan bruto dikurangi dengan pengurangan yang diperbolehkan seperti tunjangan transportasi, kemudian tarif PPh Pasal 21 diterapkan pada penghasilan neto.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DISKLAIMER: Konten yang disajikan di situs ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi atas berbagai informasi hoaks yang beredar di internet. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran atau kesalahan informasi yang diberikan oleh pihak lain.

Kami berusaha sebaik mungkin untuk memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum disajikan, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi tersebut. Penggunaan informasi yang disajikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami juga tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apapun yang terjadi akibat penggunaan informasi yang disajikan di situs ini.

© 2023 AwasHoax!