Connect with us

Partai

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya – () Pada saat pelaksanaan Pileg tahun 2024, partai yang terdaftar sebagai Peserta Pemilu wajib mencantumkan informasi kepengurusan di seluruh Indonesia.

Data kepengurusan dan keanggotaan partai politik tersebut selanjutnya akan melalui tahapan penertiban administratif dan penertiban faktual sebelum dinyatakan partai politik peserta pemilu.

Table of Contents

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Ada beberapa profesi yang dilarang menjadi pengurus atau anggota partai politik. Profesi berikut dilarang berpartisipasi dalam partai dan dasar hukum mereka:

Rapat Koordinasi Pengawasan Verifikasi Faktual Kepengurusan Dan Keanggotaan Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2024

Dasar hukum pasal 2 ayat (1) Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 37 Tahun 2004 tentang larangan PNS menjadi anggota partai politik, yang mengatur:

Dasar hukum Pasal 28 ayat (1) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menyebutkan:

Dasar hukum pasal 10 huruf (i) PERDIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial nomor 01/Ljs/08/2018 terkait Kode Etik Sumber Daya Manusia untuk Program Harapan Dalam Keluarga, yang mengatur:

“Larangan pasal. 8 para. (1) menyala. b meliputi: (i) melakukan kegiatan politik praktis sebagai pengurus dan/atau anggota partai, menjadi aktivis, melakukan kampanye, mendaftar sebagai calon anggota DPRD pusat atau daerah, mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, mendaftar sebagai calon kepala daerah pilkada, pemilihan kepala desa dan nama lainnya.”

Desain Hukum Rekrutmen Tim Seleksi Calon Anggota Penyelenggara Pemilihan Umum Dalam Rangka Mewujudkan Sistem Keadilan Pemilihan Umum Serentak

Dasar hukum Peraturan Menteri Pembangunan Perdesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemukiman Kembali Republik Indonesia No. 40 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Pendampingan Masyarakat Perdesaan, yang mengatur tentang:

Dasar hukum Permendagri no. 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan Dengan Modal Daerah.

“Syarat menjadi anggota Bawaslu, Bawastu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan/Desa serta Pengawas TPS adalah: (i) Pensiun dari keanggotaan partai politik paling sedikit 5 (lima) tahun waktu lamaran.”

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Dasar hukumnya adalah pasal 21 ayat 1 butir (i) UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mengatur:

Menghimpun Data, Bekal Baru Parpol Sebelum Berkontestasi

“Syarat menjadi calon KPU, KPU provinsi, atau KPU Kabupaten/Kota adalah: (i). mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun pada saat mengajukan diri sebagai calon.”

“Syarat keanggotaan PPK, PPS, KPPS, PPLN dan KPPSLN antara lain: (e) tidak menjadi anggota salah satu pihak yang dinyatakan dalam deklarasi yang sah atau sekurang-kurangnya dalam waktu 5 (lima) tahun tidak lagi menjadi anggota partai politik; partai yang disahkan dengan surat pernyataan pimpinan partai politik.

Cek apakah profesi anda disana, pastikan nama anda tidak ada di pemerintahan atau milik partai politik di link : https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik

Jika nama Anda terdaftar, harap lapor ke Pos Pengaduan Bawaslu Kabupaten, Jln. Trunojoyo 147, melalui fungsi daring https://bit.ly/ADUANBWS atau dengan menghubungi Ke: melakukan kajian dan penilaian kerangka hukum pemilu, mendokumentasikan hasil kajian dan penilaian serta pendapat hukum, membagikan konten dokumen hukum dengan pengguna, dalam rangka menambah koleksi dokumen hukum (artikel dan buku hukum) perpustakaan KPU Sulut, serta mendorong minat literasi hukum di kalangan penyelenggara pemilu (komisi dan sekretariat), KPU Sulut meluncurkan

Saatnya Jadi Bagian Panitia Pemungutan Suara Pemilu Indonesia 2024

Opini penulis akan dipublikasikan di website KPU Sulut dan dipromosikan di akun media sosial. Penulis bertanggung jawab penuh atas isi artikel.

Berikut artikel yang disampaikan oleh Novie Runtukahu, Kepala Biro Hukum dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Tomohon. Artikel ini dapat diterbitkan di media lain dengan atribusi

Hakikat demokrasi diantaranya adalah partisipasi rakyat/masyarakat, sebagaimana pengertian umum demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh dan untuk rakyat. Dalam konteks ini, tersirat bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, termasuk penunjukan pemimpinnya. Keterlibatan masyarakat terlihat dalam setiap proses pemilu yang demokratis yaitu penyelenggaraan pemilu dan pilkada dimana partisipasi masyarakat/pemilih merupakan salah satu tolok ukur berhasil atau tidaknya pemilu dan pilkada. Penggunaan istilah “pemilihan” dalam pasal ini mengacu pada apa yang kita kenal sebagai pemilihan pendahuluan atau jajak pendapat daerah.

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Mendekati tahapan pemilu dan pemilu 2024, kita semua berharap partisipasi pemilih meningkat. Syarat partisipasi pemilih yang tinggi, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pemilu dan pemilu, tidak datang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan peran aktif dari setiap pemangku kepentingan dalam pemilu/pemilu. Dalam sistem demokrasi elektoral Indonesia, setidaknya ada tiga pemangku kepentingan utama. Ketiga unsur tersebut adalah: peserta survei, penyelenggara pemilu dan pemilih.

Sistem Informasi Partai Politik (sipol) Dalam Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2019

Jika kita berbicara tentang peserta pemilu, maka tentunya ada partai politik (partai politik). Selain peserta, ada juga penyelenggara pemilu. Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, artinya penyelenggara pemilihan umum adalah KPU, Bawaslu dan DKPP. Dari segi normatif, ketiga lembaga pelaksana ini memiliki fungsi unik dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilu. Tentunya dengan tugas, wewenang dan kewajiban masing-masing.

Kita berharap unsur peserta pemilu, dalam hal ini partai politik dan penyelenggara pemilu, dengan kewenangan teknis fungsional tahapan, masing-masing KPU, dapat memulai lokomotif keikutsertaan dalam pemilu. Bagaimana regulasi mengatur peran partai politik dan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih? Seberapa besar kewenangan masing-masing elemen dalam meningkatkan jumlah pemilih?

Jika kita melihat UU Parpol no. 2 Tahun 2008 diubah dengan UU Parpol No. 2 Tahun 2011 (UU Partai Politik), maka partai politik memiliki tujuan yang sangat penting dalam hal partisipasi masyarakat dalam politik, termasuk keikutsertaan dalam penyelenggaraan pemilu dan pemilu. Hal ini kita lihat dalam ketentuan Pasal 10 yang mengatur tentang tujuan, dan Pasal 11 yang menjelaskan tentang fungsi partai politik.

Dalam pasal 10 par. (1) menyala. a UU Partai Politik dapat dilihat bahwa salah satu tujuan umum partai adalah berkembangnya kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila yang mendukung kedaulatan rakyat di tingkat pertama Negara Republik Indonesia. Kemudian, dalam ketentuan pasal. 10, paragraf. (2), menyala. a dan c, kita melihat bahwa tujuan khusus partai politik meliputi peningkatan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan kenegaraan, kemudian etika konstruksi. dan budaya politik dalam kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kpu Provinsi Kalimantan Barat :

Selain itu dapat diamati fungsi partai politik yang berkaitan dengan partisipasi politik masyarakat dalam ketentuan pasal-pasal. 11 paragraf 1 menyala. a dan menyala. d dari UU Partai Politik. Ketentuan tersebut menjelaskan bahwa partai politik antara lain berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. . , serta sebagai sarana partisipasi politik warga negara Indonesia.

Ketentuan undang-undang tentang partai politik yang diuraikan di atas cukup menjadi dasar peran partai politik dalam penyelenggaraan pendidikan politik guna meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam kehidupan demokrasi negara kita, Indonesia. Kehidupan demokrasi di Indonesia tentunya memiliki arti yang luas dan mencakup penyelenggaraan pemilu dan pemilu sebagai sarana pelaksanaan demokrasi atau kedaulatan rakyat. Maka dengan memperhatikan ketentuan tersebut dan juga perkembangan demokrasi kita saat ini, maka penulis ingin menekankan bahwa peran partai politik sangat penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat/pemilih.

Dalam konteks pentingnya partai politik, peran partai politik akan tergantung pada berapa lama konsolidasi internal partai tertentu dan kemudian kemajuan partai politik dalam melakukan pendidikan politik agar masyarakat sadar akan hak-haknya. dan obligasi. Dalam posisinya sebagai pemilih, pemilu ini akan sangat mewarnai proses pelaksanaan demokrasi kita, baik secara prosedural maupun substantif.

Keanggotaan Partai Politik: Syarat Dan Manfaatnya

Oleh karena itu, tentunya KPU sangat berharap agar dapat bekerja sama sesuai dengan kompetensinya untuk mensukseskan pemilu. KPU tidak bisa menyelenggarakan pemilu dan pemilu sendirian. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal untuk menyukseskan pemilu dan pemilu.

Larangan Pegawai Negeri Sipil Menjadi Anggota Partai Politik (pp Nomor 37 Tahun 2004) Dan Pembinaan Jiwa Korps Dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (pp. Nomor 42 Tahun 2004)

Apalagi jika berbicara konteks Pemilu dan Pilkada serentak 2024, di mana berdasarkan undang-undang yang ada – yang belum diamandemen – akan ada pemilu nasional, disusul dengan pilkada serentak yang akan berlangsung. itu akan terjadi untuk pertama kalinya di tahun yang sama. Tentu bisa dibayangkan jika kemudian salah satu dari tiga pilar utama yaitu peserta, penyelenggara dan pemilih dibatasi perannya, maka akan sulit bagi kita untuk mencapai keberhasilan pemilu dan pemilu yang direncanakan. .

Dilihat dari segi filosofis-normatif, pemilu dan pemilihan umum merupakan sarana untuk menjalankan kedaulatan rakyat. Berdasarkan hal tersebut, tantangan terbesar bagi KPU selain memberikan pelayanan atau fasilitas kepada pemilih – tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku – maka yang tidak kalah penting adalah bagaimana KPU memberikan fasilitas atau pelayanan kepada pemilih. Posisi pemilih dalam konteks demokrasi elektoral menjadi faktor penting, karena hakekat pemilu adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat, dan rakyat yang memenuhi syarat tersebut berdaulat memilih pemimpinnya. Proses pemungutan suara tentunya melalui prosedur atau mekanisme demokrasi elektoral yang diatur.

Menghadapi pemilu serentak dan pemilu 2024 yang tahapannya akan dimulai pada tahun 2022, KPU telah melakukan beberapa upaya dan strategi yang tentunya membutuhkan partisipasi dan dukungan stakeholders terkait. KPU tidak bisa menyelenggarakan pemilu dan pemilu sendirian, karena ini program nasional yang sangat strategis dan melibatkan seluruh warga negara, termasuk peserta maupun pemilih. Oleh karena itu, KPU di semua tingkatan harus berupaya memperkuat koordinasi, kerja sama, dan sinergi antar instansi atau pemangku kepentingan.

Koordinasi, kerjasama dan sinergi misalnya dalam hal penyusunan regulasi, dalam hal pembahasan anggaran, dalam hal penyiapan tahapan, termasuk bagaimana KPU kemudian mendorong capaian pemilu dan proses pendidikan dilakukan lebih awal dan lebih baik, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih.

Kpu Kabupaten Kayong Utara :

Untuk isu peningkatan kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih, selain KPU terus mempertahankan metode atau konsep yang ada selama ini, KPU juga mendorong beberapa inovasi. Semoga dengan inovasi yang diperkenalkan, penjangkauan dan pendidikan pemilih tidak hanya efektif, tetapi dirancang untuk lebih

Berita Terkait

Dampak Keanggotaan Partai Politik pada Karir Politik Seseorang

Keanggotaan partai politik di Indonesia memiliki peran penting dalam karir politik seseorang. Partai politik merupakan tempat dimana individu dapat memperoleh dukungan politik, jaringan, dan akses ke sumber daya yang dapat membantu dalam meraih jabatan politik. Sebagai anggota partai politik, seseorang dapat terlibat dalam berbagai kegiatan politik seperti kampanye, debat politik, pengambilan keputusan partai, dan turut serta dalam proses pembentukan kebijakan.

Keanggotaan partai politik juga mempengaruhi proses seleksi calon pemimpin politik. Partai politik memiliki mekanisme internal untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai calon dalam pemilihan umum. Sebagai anggota partai politik, seseorang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan dukungan dari partai dan dipilih sebagai calon. Dalam proses seleksi tersebut, partai politik akan melihat rekam jejak dan keterlibatan anggotanya sebagai faktor penentu dalam pemilihan calon.

Persyaratan dan Proses Bergabung dengan Partai Politik

Untuk menjadi anggota partai politik di Indonesia, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Selain memiliki usia minimal 17 tahun atau lebih, calon anggota partai politik juga harus membayar iuran keanggotaan dan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh partai. Persyaratan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan identitas dan komitmen calon anggota terhadap partai.

Proses bergabung dengan partai politik cukup mudah. Calon anggota hanya perlu mengunjungi kantor partai politik yang diinginkan dan mengisi formulir pendaftaran. Setelah formulir pendaftaran diterima, calon anggota akan menjalani proses verifikasi oleh partai untuk memastikan keabsahan data yang diajukan. Jika data dan persyaratan terpenuhi, calon anggota akan diterima sebagai anggota partai politik. Selanjutnya, mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan partai dan memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan partai.

Peran Keanggotaan Partai Politik dalam Sistem Politik Indonesia

Keanggotaan partai politik memegang peran penting dalam sistem politik Indonesia. Partai politik adalah aktor utama dalam proses politik dan memiliki tanggung jawab dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebagai anggota partai politik, individu dapat berperan dalam pembuatan kebijakan, pengambilan keputusan politik, dan mempengaruhi arah kebijakan partai. Dalam forum partai politik, anggota dapat memberikan masukan, wacana kebijakan, dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang mereka wakili.

Partai politik juga memiliki peran dalam pemilihan umum. Partai politik berperan sebagai penjembatan antara masyarakat dan pemerintah. Partai politik mengusung calon-calon yang akan mewakili partai dalam pemilihan umum dan memiliki kesempatan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah jika calon partai tersebut terpilih. Setelah pemilihan umum, partai politik yang berhasil memperoleh kursi akan turut serta dalam proses pembentukan pemerintahan dan berperan dalam pengambilan keputusan politik serta mengawasi kinerja pemerintah.

Selain itu, keanggotaan partai politik juga memberikan individu akses ke jaringan politik. Jaringan politik dapat membantu individu dalam mendapatkan dukungan politik, sumber daya, informasi, dan peluang jabatan politik yang lebih baik. Dalam jaringan politik, individu dapat berinteraksi dengan politisi lain, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya yang dapat mendukung dan memperluas peluang karir politik mereka.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Bagaimana cara mendaftar menjadi anggota partai politik?

Untuk mendaftar menjadi anggota partai politik, Anda perlu mengunjungi kantor partai politik yang diinginkan dan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan. Pastikan Anda juga memenuhi persyaratan usia minimal dan membayar iuran keanggotaan yang ditentukan oleh partai politik tersebut.

2. Apa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota partai politik?

Persyaratan umum untuk menjadi anggota partai politik adalah memiliki usia minimal 17 tahun atau lebih dan membayar iuran keanggotaan yang ditentukan oleh partai politik. Persyaratan tambahan, seperti mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi dokumen pendukung identitas, juga bisa diminta oleh partai politik tertentu.

3. Apakah ada batasan jumlah partai politik yang dapat diikuti oleh seorang individu?

Tidak ada batasan jumlah partai politik yang dapat diikuti oleh seorang individu. Namun, penting untuk dicatat bahwa anggota partai politik hanya dapat memiliki satu surat tanda keanggotaan partai politik, sehingga jika ingin bergabung dengan partai politik lain, mereka perlu mengajukan surat pengunduran diri dari partai politik sebelumnya.

4. Apa manfaat menjadi anggota partai politik?

Manfaat menjadi anggota partai politik antara lain mendapatkan akses ke jaringan politik yang luas, mendapatkan dukungan politik dari partai politik, berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, mendapatkan informasi terkini tentang politik dan pemerintahan, serta memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan politik yang lebih tinggi.

5. Apakah keanggotaan partai politik dapat mempengaruhi karir politik seseorang?

Ya, keanggotaan partai politik dapat mempengaruhi karir politik seseorang. Sebagai anggota partai politik, seseorang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan dukungan partai dalam proses seleksi calon pemimpin politik. Keikutsertaan aktif dalam kegiatan partai politik juga dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi politik seseorang, serta membuka peluang jabatan politik yang lebih tinggi.

6. Apakah keanggotaan partai politik wajib dalam sistem politik Indonesia?

Tidak, keanggotaan partai politik tidak wajib dalam sistem politik Indonesia. Partisipasi dalam partai politik merupakan hak dan keputusan individu. Meskipun demikian, anggota partai politik memiliki keuntungan dalam mendapatkan dukungan partai dan akses ke fasilitas dan sumber daya yang disediakan oleh partai.

7. Bagaimana jika ingin berpindah partai politik?

Jika ingin berpindah partai politik, Anda perlu mengajukan surat pengunduran diri dari partai politik lama dan mengajukan permohonan ke partai politik yang diinginkan. Setelah permohonan diterima, Anda akan menjalani proses verifikasi dan menjadi anggota partai politik baru jika data dan persyaratan terpenuhi.

8. Apakah menjadi anggota partai politik dapat mempengaruhi netralitas seorang individu?

Keanggotaan partai politik dapat mempengaruhi netralitas seorang individu terhadap kebijakan politik yang diambil oleh partai tersebut. Namun, netralitas seorang individu juga ditentukan oleh pendekatan dan keputusan personal. Dalam menjalankan tugas politik, penting bagi anggota partai politik untuk menjunjung tinggi etika dan integritas politik agar dapat mempertahankan netralitas dalam pengambilan keputusan politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

9. Bagaimana proses pemilihan calon dari partai politik dalam pemilihan umum?

Proses pemilihan calon dari partai politik dalam pemilihan umum melalui mekanisme internal partai politik yang melibatkan pengambilan keputusan kolektif oleh anggota partai. Proses ini berbeda-beda antara partai politik karena setiap partai memiliki aturan dan mekanisme internal yang berbeda dalam menyeleksi dan menentukan calon yang akan diusung.

10. Apa yang dilakukan partai politik setelah pemilihan umum?

Setelah pemilihan umum, partai politik yang berhasil memperoleh kursi akan turut serta dalam proses pembentukan pemerintahan dan berperan dalam pengambilan keputusan politik serta mengawasi kinerja pemerintah. Partai politik akan bekerja untuk menjalankan janji-janjinya kepada masyarakat, melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah, mengawasi implementasi kebijakan, dan mewakili aspirasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik.

Table: Perbandingan Keanggotaan Partai Politik di Indonesia

Partai Politik 2019 2020 2021
PDI Perjuangan 41,947,572 43,533,636 44,582,301
Golkar 13,742,831 15,220,478 16,212,109
Gerindra 11,525,609 12,952,680 13,875,554
PKB 13,571,765 14,683,792 15,472,212
NasDem 11,488,607 12,832,796 13,709,413

Conclusion

Kepentingan keanggotaan partai politik dalam sistem politik Indonesia sangatlah penting. Keanggotaan partai politik dapat mempengaruhi karir politik seseorang, memberikan akses ke jaringan politik, dan memiliki peran dalam pengambilan keputusan politik serta pembuatan kebijakan. Persyaratan dan proses bergabung dengan partai politik juga relatif mudah, sehingga siapapun dapat memiliki kesempatan untuk menjadi anggota partai politik. Melalui anggota partai politik, partai politik dapat mewakili aspirasi masyarakat, menjalankan tugas sebagai pihak penjembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta mempengaruhi arah kebijakan pemerintah apabila calon partai tersebut terpilih. Dalam upaya meraih jabatan politik, keanggotaan partai politik juga memberikan individu akses ke jaringan politik yang bisa membantu mendapatkan dukungan politik, sumber daya, informasi, dan peluang karir politik yang lebih baik. Dengan mengetahui peran dan pentingnya keanggotaan partai politik, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam proses politik, memilih partai politik yang sesuai dengan aspirasi dan nilai-nilai politik yang dijunjung tinggi, dan menyuarakan aspirasi mereka melalui anggota partai politik yang mereka dukung.

Keanggotaan partai politik dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan bagi individu yang bergabung. Dapatkan informasi lengkapnya di artikel ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DISKLAIMER: Konten yang disajikan di situs ini bertujuan untuk memberikan klarifikasi atas berbagai informasi hoaks yang beredar di internet. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran atau kesalahan informasi yang diberikan oleh pihak lain.

Kami berusaha sebaik mungkin untuk memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum disajikan, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi tersebut. Penggunaan informasi yang disajikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami juga tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apapun yang terjadi akibat penggunaan informasi yang disajikan di situs ini.

© 2023 AwasHoax!